RSS Feed

Fate

Seperti musik andante yang mengalun perlahan , mungkin seperti itu juga caraku untuk mengingat semua bayang dirimu yang betah bersarang dalam hati dan pikiranku.

Semua bermula saat aku mengenalmu , mengenal seseorang sebaik dirimu yang selalu menghiasi hariku dengan senyum cerah yang kau ukir, senyum yang mungkin membuatku pertama kali menyadari bahwa hatiku memilihmu untuk selalu membuat coretan keindahan di setiap hari.

Bagaikan mentari di pagi hari yang bersinar dengan hangatnya kau mendekap seluruh hatiku dengan kehangatan yang kau miliki .

Bagaikan embun yang memberikan kesejukan di pagi hari juga kau selalu menyejukkan hatiku yang awalnya terasa hampa .

Namun , dunia memang tak berputar dengan seperti yang kita harapkan dunia berputar seperti apa yang Tuhan inginkan , jika Tuhan telah mentakdirkan seperti apa dunia yang harus aku dan kamu jalani , apa yang bisa buat selain untuk menerima dan menjalani dengan semua tenaga yang kita punya.

Takdir adalah sesuatu yang sulit ditebak , bagaikan puzle yang sukar tersusun , mungkin seperti itulah takdir akan tersusun dengan sendirinya jika kau telah menjalani takdir itu.

Menyadari betapa kadang kejamnya takdir memisahkan dua anak manusia yang sedang mencinta , betapa kadang baiknya takdir menyatukan kedua insan yang sama-sama saling mencinta , atau betapa misteriusnya takdir menyatukan kedua anak manusia yang awalnya saling membenci lalu menjadi saling mencinta atau menyatukan kedua anak manusia yang memang satu sama lain saling mencinta namun mereka tak mengetahuinya.
Yah itulah takdir Tuhan sangat miaterius.

Entah mengapa , memori itu seakan berputar kembali di kepalaku , menyadari kadang kala takdir mempermainkan kita , Tuhan memang baik sangat baik sehingga menciptakan takdir semisterius itu agar kita bisa memahami arti kehidupan yang kita jalani.

Dimalam yang di terangi bulan serta bintang, dibawah rintik hujan aku bertemu denganmu yang sedang menunggu seseorang yang mungkin kala itu sangat kau rindukan .
Entahlah, saat itu aku hanya menebak saja sesuatu yang entah benar atau tidak dan aku kala itu sedang menikmati sejuknya hujan dikala malam .
Entah mengapa aku sangat suka menikmati hujan di kala malam seperti itu.
Menikmati indahnya rintik hujan yang menjadi satu nada indah jika kau bisa merasakannya.

Di sebuah taman yang tak jauh dari rumahku , aku bertemu denganmu untuk pertama kalinya , entah mengapa ada perasaan penasaran kala itu akan dirimu , penasaran bahwa untuk apa kau duduk seorang diri dibangku itu tanpa menggunakan alat pelindung seperti payung atau jaket .
Memang rintik hujan yang baru muncul namun bisa saja hujan akan bertambah besar dan dengan bodohnya kau hanya berdiam diri di bangku itu tanpa menggunakan alat pelindung apapun.
Ingin rasanya aku berjalan kearahmu dan menengadahkan payung yang kubawa padamu juga , namun ada rasa tak enak hati yang terselip di hatiku .

Jangankan untuk melakukannya  membayangkannya saja aku sudah takut , jika aku melakukan apa yang ada dalam otakku kala itu, akankah kau menerimaku atau bahkan menolakku mentah-mentah.

Hah, membayangkan kau menolakku membuat nyaliku menciut seketika dan akhirnya memilih untuk melihatmu saja dari kejauhan .

Tak sengaja mata kita berdua beradu, aku lalu hanya bisa tersenyum kikuk dan kau dengan wajah lelahmu hanya menatapku dengan tatapan kosong .

Tak sengaja Hp ku berdering , ibuku menelpon mengingatkan agar tak terlalu larut untukku pulang kerumah , saat itu aku hanya bisa berdehem seolah mengerti apa yang ibuku katakan.

Ternyata waktu sudah menunjukkan jam 9 malam itu artinya sudah kurang lebih satu jam aku berada di taman ini , dan sudah satu jam pula aku melihatmu hanya duduk termenung disana.

Akupun memutuskan untuk pulang kerumah, beristirahat dan menanti mentari pagi yang akan datang menjelang .

Beberapa hari kemudian seusai menyelesaikan mata kuliahku aku memutuskan untuk berkumpul bersama beberapa temanku di suatu cafe di dekat kampus hanya untuk bercengkrama satu sama lain.

Tak sengaja aku bertemu dengan seseorang yang malam itu aku temui, yah aku melihatmu tengah tersenyum dengan manisnya pada seorang wanita yang ada di depanmu .
“Ahhh mungkin wanita ini yang waktu itu ia tunggu” pikirku.

Sambil menyesap coffee yang ku pesan, entah mengapa aku mulai memperhatikanmu, memperhatikan senyum indahmu yang entah mengapa membuat hatiku berdebar hebat memperhatikan mata teduhmu dan memperhatikan semua ekspresimu kala itu.
Aku berpikir mungkin aku telah gila , hanya melihat senyummu kepada orang lain mengapa hatiku ikut berdebar.

Entah mengapa ada sesuatu rasa yang sulit untuk ku jelaskan kala itu , rasa yang akupun tak tau rasa apa itu. Rasa yang menggelitik hatiku dan rasa yang membuatku ingin mengenalmu lebih jauh lagi.
Suatu rasa misterius yang baru pertama kali aku rasakan.

Ingin rasanya aku berteriak mungkin aku telah gila pada semua pengunjung yang ada di cafetaria ini namun aku takut jika aku akan dikira benar-benar orang gila, hah aku takkan mau mempermalukan diriku sendiri hanya demi orang yang sama sekali belum ku kenal.

Dan aku akui bahwa takdir Tuhan memang sangat misterius dan seakan mempermainkanku , entah mengapa kita di pertemukan kembali di tepi sungai han , kali ini ditemani dengan indahnya matahari senja ,
Kala itu kau dengan tampannya menggunakan kemeja berwarna biru dongker dengan tangan yang sedikit digulung ke atas sambil membawa seikat mawar putih , “ahh mungkin itu untuk wanitabyang waktu itu” pikirku .

Benar saja, dy akhirnya datang dengan senyum merekah yang menghiasi bibirnya, senyum yang memandakan senyum kebahagiaan kala itu dan kau pun tak jauh berbeda kau lagi dan lagi memperlihatkan senyum itu , senyum yang membuatku seolah merasakan aliran listrik yang sangat dahsyat , senyum mu entah mengapa membuat bibirku seakan ikut tersenyum .

“Ahhh, betapa bahagia dan serasinya mereka berdua, ngomong-ngomong siapa nama pria itu , mengapa akhir-akhir ini aku selalu dipertemukan dengannya, pria itu , apakah dy, dy telah mencuri hatiku” gumamku . Namun aku langsung menggeleng “sadarlah hye-ah dy sudah mempunyai pendamping” ucapku akhirnya sambil menepuk-nepukkan tangan dipipiku.

Aku terus memperhatikan mereka berdua yang sedang bersenda gurau kadang aku iri dengannya yang mempunyai seseorang disaat seperti ini beda denganku yang kini belum mempunyai seseorang yang spesial disampingku .
Tanpa disadari lampu yang ada disepanjang sungai ini telah menyala dan aku baru sadar ternyata malam telah menyapa.

Akupun memutuskam untuk pulang kerumah sebelum itu mampir sebentar ke supermarket dekat rumah untuk membeli beberapa bahan makanan untuk makan malam.

Disaat itu aku tak sengaja berjalan melewati kalian dan tak sengaja pula mendengar apa yang tengah kalian bicarakan .

“Gomapta jongwoon-ah , kau adalah sahabat terbaikku , aku harap kau akan datang ke pernikahanku minggu depan”

Apa yang ku dengar sangat membuatku kaget sendiri , ternyata wanita cantik itu bukan kekasihnya namun sahabatnya, ternyata aku salah menduga .

Dan pria yang akhirnya doketahui betnama jongwoon itu hanya mengangguk lagi-lagi memamerkan senyuman indahnya sambil mengacak pucuk kepala si wanita itu.

Dan aku, akhirnya berlalu dari tempat itu sambil memegang dadaku . “Ada apa ini, mengapa aku begitu senang jika mereka ternyata hanya bersahabat, sadarlah bahwa kau tak mengenal dirinya sama sekali” ucapku pada diriku sendiri.

Hari demi hari berlalu dengan cepatnya tak terasa sudah sebulan aku tak melihat pria itu,tanpa sadar aku memikirkannya memikirkan bagaimana kabarnya ia, pasti si wanita cantik itu telah bahagia dengan pasangannya , dan apa kabarnya si pria yang bernama jongwoon itu.

Menatap langit dengan gelapnya awan diatas sana berarti menandakan sebentar lagi akan turun hujan , dan tak sengaja aku melihat salah satu temanku yang berteriak memanggil sebuah nama yang tadi sempat ku pikirkan.

Dan yups, takdir lagi dan lagi memang sulit ditebak , dy pria yang barusan aku pikirkan ternyata satu kampus denganku dan mengapa aku baru menyadarinya, mengapa aku baru mengetahui ini sekarang .

Temanku yang baru saja memanggilnya akhirnya menyudahi perbincangan dy dengan si pria yang bernama jongwoon itu.

Setelah dy selesai berbincang temanku tanpa sengaja berlari kearahku dan berbicara dengan mukanya yang sedikit ditekuk dy berbicara padaku .
“Hye-ah pria tadi jongwoon namanya mahasiswa jurusan seni musik baru saja menolakku”.

Aku yang tak tau apa-apa hanya diam dan berpikir oh ternyata benar dy selama ini satu kampus denganku dan tadi apa kata temanku dy menyatakan cintanya pada jongwoon , aku kaget seketika dan entah mengapa ada perasaan tak rela dibenakku bahwa salah seorang temanku yang bernama ji hye baru saja menyatakan cintanya pada jongwoon.

Ini sangat membingungkan , mengapa takdir serasa mengagetkan seperti ini. Aneh sekali.

Yah takdir Tuhan memang sangat misterius , hingga lagi dan lagi aku dipertemukan olehnya di sebuah perpustakaan yang ada di kampus kami, dy tengah duduk sambil mebaca buku di salah satu bangku kosong tepat disebelah jendela yang mengahadap ke taman kampus. Entah mengapa pula saat itu aku memberanikan diriku untuk menyapanya secara langsung .
Entah mengapa rasa penasaranku akan dirinya rasanya harus segera diatasi saat itu juga.
Aku dengan mengumpulkan sekuat keberanian yang kumiliki duduk dihadapnya dan memberanikan diri menyapanya namun belum sempat aku menyapanya dy sudah menatapku dengan mata teduhnya memberikan senyuman khasnya sambil masih memegang bukunya,dy berkata “annyeong eun hye-ssi” .

Aku kaget bukan main ternyata dy mengetahui namaku. Ya Tuhan apalagi ini .

Dengan santainya dy menatap mataku memenjarakan kedua iris mataku sambil tersenyum, lagi dy berkata “aku seakan bermimpi kau akan duduk di depanku seperti ini” .

Aku tambah kaget mendengar apa yang dy katakan , apa maksud dari semua itu lalu dy menambahkan “seorang wanita yang sangat menyukai sastra , wanita berparas cantik yang sangat menyukai indahnya rintik hujan, kini berada di depanku , tidakkah aku bermimpi hmm” ucapnya

Demi Rintik hujan yang sangat kusuka aku sangat kaget mendengarnya apa maksud dari semua perkataannya , niatku untuk menyapanya seakan entah menghilang kenapa yang tersisa hanya keterkejutan.

“Maaf tapi , bagaimana bisa kau tahu namaku , kegemaranku” tanyaku hati-hati.

Dengan santainya dy mengatakan bahwa dy menyukaiku dari dulu dari sebelum kejadian di taman tempo hari , dy selalu memperhatikan gerak-gerikku mencari tau apa kegemaranku bahkan dy mangatakan dy sangat senang saat bertemu dengaku di taman, di cafetaria  dan di sungai kala itu. Dy menambahkan dy percaya bahwa takdir Tuhan akan membawanya kepadaku .

Aku bertanya padanya tentang apa yang ia lakukan di taman kala itu dan dy dengan santainya menjawab bahwa dy menunggu sahabatnya kala itu namun yang ditunggu malah tak datang juga dan mengapa dybtak mengenakan jaket atau membawa sebuah  payung , dy berkpikir akan menunggu sahabatnya sebentar saja lalu pulang namun seperti yang aku dan dy tahu sahabatnya tak muncul juga bahkan saat sudah saty jam dy menanti sahabatnya tak kunjung datang , di cafetaria dy selalu tersenyum dengan indahnya kala itu dy mengatakan bahwa senyum itu untukku , senyum bahagia saat melihatku dan untuk kejadian di sungainhan dy mengatakan tak sengaja bertemu dengaku karena saat itu dy memang ada janji bertemu dengan sahabatnya untuk memberikan seikat mawar putih kesukaan sahabatnya yang akan menikah.

Dy mengatakan sangat ingin sekali menyapaku dari dulu namun mungkin takdir Tuhan belum mengizinkan nya dan aku akui Takdir Tuham sangat mengejutkam dan indah saat aku penasaran ingin menyapanya ternyata dy punya perasan yang sama denhanku sama-sama ingin menyapa hingga akhirnya dy mengungkapkan apa yang selama ini tersimpan dihatinya.

Kini sudah tiga tahun berlalu .
Dy kini meneruskan kuliah s2 nya di jepang . Seperti yang kalian bisa tebak akhirnya aku menjadi sepasang kekasih dengannya , melalui semua hari dengan membuat coretan indah . Membuat hari berjalan dengan indahnya . Dan menebak apa yang akan Tuhan rencanakan pada kami berdua untuk kedepannya.

Saat itu 3 tahun yang lalu saat dy memintaku menjadi kekasihnya dy datang kerumahku menggunakan kemeja putih  bertemu dengan kedua orang tuaku untuk memintaku menjadi kekasihnya , lalu membawaku yang saat itu menggunakan dress selutut berwarna merah muda ke sebuah taman tak jauh dari rumahku , taman dimana pertama kali aku menyadari kehadirannya taman yang menjadi saksi bisu akan pertemuan kami .
Dy merubah taman itu dengan begitu manis , menyalakan lilin di sekitar taman itu dan entah darimana mengalun suara musik nan romantis lalu dy berlutut dihadapku sambil membawa seikat bunga mawar merah sambil berucap “would you be mine hye-ah” dan tanpa berpikir panjang seperti yang kalian duga aku menggangguk menerima nya.

Ahhh kini aku merindukannya sangat merindukan pelukan hangatnya, merindukan tatapan teduh matanya , senyum manisnya .
Aku merindukan semua yang ada padanya.

Jongwoon-ah cepat kembali , aku merindukanmu.

Lee Eun Hye merindukan Kim JongWoon.

Fuiiiiih entah dapat dorongan darimana gw bisa nulis cerita kaya gini.

Terima Kasih Ya Allah engkaub elah memberikan hamba otak sehebat ini? Otak hebat yang menulis Fanfic gaje hehe.
Thanks to someone who read this stranger story.
THANK YOU.

Best Regards,
@tiasputrii

Advertisements

About tiasihpertiwi

i just ordinary girl who love God, my family, my best friend. i just ordinary girl who trying to be the best person and make my family and people know me proud of me :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: