RSS Feed

Living Like a Dream

Hidup seolah seperti mimpi , saat kusadari kini kau telah bersamanya dan melupakan semua kenangan yang dulu telah kita bangun bersama.
Aku hanya bisa berharap semoga kau bahagia.
Sayatan luka itu kini terbuka kembali , saat tak sengaja ku dengar kau akan menjalani pertunangan dengannya .
Tak taukah kau , bahkan aku masih berharap untuk bisa kembali bersamamu,
Dirimu, pria yang sangat ku cinta .
Tapi aku tahu pasti Tuhan mempunyai rencana lain yang lebih baik ,
Karena aku tahu kita sangat jauh berbeda,
Kau dengan keyakinanmu dan aku akan tetap teguh dengan keyakinanku .
Aku sadar mungkin ini memang yang terbaik , kita bisa akan tetap terus bersama meskipun tanpa ada ikatan kasih lagi diantara kita berdua ,
Tapi itu dulu sebelum kau menemukannya , sebelum kau mendapat penggantiku .
Tak kusangka ternyata kau dengan mudahnya bisa mendapat penggantiku kurang dari satu bulan,
Dan aku hampir satu tahun masih berkelana untuk bisa mencari penggantimu .
Maaf jika aku masih berkata seperti itu karena aku masih menyayangimu ,
Jika kau tahu perasaan ini masih perasaan sama saat dulu kita memutuskan untuk berjalan beriringan membangun semua kenangan dengan cinta yang kita punya meskipun saat itu aku sadar apa yang membedakan kita .
Yah, lambat laun kita mulai menyadari bahwa semua yang kita jalani mungkin akan salah jika kita masih berkeyakinan untuk tetap bersama.
Lucunya dulu kita malah sempat merencanakan sebuah pernikahan yang indah hahahaha.
Pernikahan yang dimana hanya ada kebahagiaan dari kita berdua,
Pernikahan yang ditaburi dengan bunga lily dan dengan nuansa serba putih , aku tahu bahwa kau sangat menyukai warna yang suci itu sayang dan kau selalu tahu bahwa aku sangat menyukai bunga lily.
Tapi setelah hampir 3 tahun kita bersama, menjalani kisah kasih kita , kala itu di bulan terakhir kita bersama , aku berpikir , apalah arti kita bersama karena bahkan sampai saat itu kita masih tetap teguh untuk meyakini apa yang kita yakini .
Saat dimana mata hatiku terbuka , saat itu kita saling berbicara terus terang ,
Berbicara tentang apa yang selama ini menjadi sesuatu yang meresahkan hatiku, yang selalu membuat hatiku gundah kala memikirkannya.
Saat itu aku ingat 15 November 2013 , di bawah indahnya langit malam yang ditaburi bintang serta bulan yang menerangkan cahayanya .
Saat itu kita berbicara baik-baik tentang kelanjutan hubungan kita berdua, pembicaraan yang cukup sengit dari pembicaraan yang pernah kita lakukan dulu saat kita tengah bertengkar,
Pembicaraan yang menjadi keputusan untuk kita menjalani hidup dan keyakinan masing-masing ,
Pembicaraan yang akhirnya menunjukkan titik temu bahwa kita memang seharusnya berpisah ,
Saat itu kau berkata “ apa memang harus seperti ini sayang, aku teramat mencintaimu dan aku tahu kau merasakan hal yang sama kepadaku kan ??? tak bisakah kita mencari jalan lain agar kita tetap bersama?”
Aku menggeleng lemah dan tanpa bisa berkata apa-apa dengan air mata yang mengalir perlahan membentuk sungai kecil di ujung mataku , akhirnya aku dapat berbicara mengenai keyakinan yang kita anut , tapi jawabanmu tetap sama kau tak bisa untuk melepas apa yang menjadi keyakinanmu dan begitu pula aku sayang, aku juga takkan bisa melepas apa yang menjadi keyakinanku.
Saat itu mungkin ku sudah lelah dan akhirnya kau mengangguk setuju dengan apa yang aku putuskan,
Kita akhirnya memutuskan untuk tak bersama lagi .
3 tahun kita bersama mungkin itu cukup untuk membuatmu terisak dikamar selama 3 hari berturu-turut .
21 dec 2013 , tanpa diduga kau mengirimiku sebuah pesan yang bertuliskan bahwa kita akan tetap menjadi sahabat meskipun kita tak bersama lagi , aku pun menyetujuinya dengan harapan bahwa perasaan ingin memilikimu akan hilang dengan sendirinya.
Tapi itu semua tidaklah mudah 3 tahun bersama dan akhirnya memutuskan untuk menjadi sahabat, itu tak semudah membalikkan telapak tangan , seminggu pertama itu terasa sangat aneh di jalani , disaat kata-kata cinta yang selalu kau ucapkan kepadaku seperti “selamat makan sayang ataupun selamat tidur cantik mimpikan aku yah love you” tidak pernah aku dapat lagi darimu , jujur aku sangat merasa sangat kesal terhadapmu , pernah aku bertanya mengapa kau tak pernah lagi mengirimu kata cinta yang selallu kau kirimkan saat kita bersama , tapi dengan halusnya kau menjelaskan bahwa kita sudah tak bersama lagi dan kau takut apabila kau mengirimiku pesan seperti itu aku pasti takkan pernah bisa melepasmu.
Tak taukah kau hancur hatiku saat mendengan penjelasanmu kala itu , tapi aku sadar bahwa aku egois padahal saat itu aku yang memberi ide agar kita berpisah tapi malah aku yang dengan egoisnya berharap kau mengirimiku kata cinta seperti itu lagi.
Setelah mendengarkan penjelasan darimu kala itu , 2 minggu aku tak berusaha untuk menguhubungimu dan tak pernah membalas pesan darimu , karena aku berusaha untuk memulihkan semua perasaanku terhdapmu , hingga akhirnya ketika hampir sebulan kita berpisah , aku mendapat kabar dari salah satu sahabatmu bahwa kini kau tengah berusaha mencoba untuk mulai membangun kisah kasih cintamu dengan wanita lain yang mempunyai satu keyakinanmu sepertimu . hatiku hancur kala mendengarnya , bagaikan beling yang pernah retak dan berusaha untuk disatukan, lagi-lagi beling itu hancur kembali hanya dengan kabar bahwa akhirnya kau bisa mendapatkan penggantiku kurang dari sebulan , hingga aku menarik satu kesimpulan bahwa beling yang sudah hancur takkan pernah bisa untuk disatukan kembali.

Kira-kira sudah 13 bulan kita berpisah , kau mengirimiku sebuah pesan bahwa kau akan bertunangan dengan dia, kekasihmu yang kini kau cintai , aku hanya mampu memberikan ucapan selamat dan mencoba tulus untuk mengucapkannya , meskipun jauh di dasar hatiku yang paling dalam aku masih belum bisa untuk mempercayai ini sayang , i think its a dream but in another word its real .
Ketika aku bertanya mengapa kau sepertinya terburu-buru untuk menjadikannya pendampingmu dan dengan santainya kau berucap bahwa semua keluargamu telah menyetujuinya , dan kau mencoba untuk meyakini hatimu bahwa kau tak akan salah memilih, di akhir kata kau berucap tapi ketahuilah kau hadiah terindah yang pernah Tuhan kirimkan untukku.
Saat itu setelah aku menutup telpon tiba-tiba air mataku lagi-lagi keluar dengan sendirinya tanpa diminta , aku menggigit bibir bawahku untuk mencoba menahan rasa sakit ini , tapi apa , semuanya sia-sia.
Kini aku tengah berada di pesta pertunanganmu dengannya , kau sangat tampan menggunakan tuxedo berwarna hitam dengan kemeja putih didalamnya tak lupa juga dengan nuansa pertunangan mu yangterlihat sangat romantis ini , aroma bunga mawar saat memasuki gedung penghelatan pertunangamu dengannya sangat terasa, calon pendampingmu sangat cantik menggunakan dress selutut berwarna putih, kini kau tengah menyanyikan sebuah lagu dari salah satu musisi favoritmu , dan tiba-tiba kau berjalan menghampirinya dengan bersimpuh di hadapannya sambil memegang sebuah kotak perhiasan dan juga bunga mawar,hmmm, mungkin tunangan mu itu sangat menyukai bunga mawar yah khusunya mawar merah, lalu kau berkata “ i dont care who you are, where your from and now would you be mine forever my love?” sambil membuka kotak itu dan menganbil cincin dari dalam kotak itu dan tunangan mu berkata “ i willl” lalu kau menyematkan cincin itu dan mencium keningnya sejenak.

Jedeeeer rasanya seperti , hah sudahlah aku tak mau membahasnya lagi .
Dengan tampang tak berdosa kau dan tunangan mu itu berjalan ke arahku , aku hanya dapat menunjukkan senyum terbaikku yang kira-kira mungkin dipaksakan .
Tak lupa ku ucapkan selamat kepada kalian berdua yang kini tengah berbahagia.
Saat kau menanyakan apakah aku datang sendiri atau membawa kekasih , jujur aku bingung untuk mengatakannya namun tanpa disangka seorang pria dengan menggunakan kemeja hitam dengan tangan yang sedikit digulung ke atas datang dan memelukku dari samping dan berkata “dia datang bersamaku” .
Dia pria itu, pria yang sempat berapa kali aku tolak karena aku lebih mencintaimu kala itu, dia pria yang memiliki satu keyakinan denganku, dia pria yang selalu ada disampingku saat aku terpuruk karena terpisah darimu, dia pria yang menghapus semua kesendirianku dan merubahnya menjadi lebih berwarna saat kehilanganmu.
Aku yang menerima pelukannya hanya bisa tersenyum kikuk , kau dan tunanganmu yang mengerti meninggalkan aku dan dia untuk bersama.
Baru aku ingin bicara menanyakan mengapa dia ada disini , dengan cepat dia menaruh telunjukkan di bibirku dan seolah membaca pikiranku dia menjawab “aku tak akan membiarkan gadis manis sepertimu hanya seorang diri berada disini di acara tunangan mantan kekasihmu” .
Hah , padahal sudah berulang kali dia memanggilku gadis manis tapi entah kenapa untuk kali ini aku jamin pipiku bersemu merah , apa akhirnya aku menyerah dan memberi pria ini kesempatan??.

“please , give me a chance to be your guardian angel, i promise will love you and never make you sad, would you be mine?” bisiknya ditelingaku.
Oh betapa dahsyatnya hari ini dimana mantan kekasihku bertunangan di hari ini pula aku sadar bahwa pria disampingku ini sangat berharga , dengan malu ku anggukan kepalaku.
Dan dia berkata “ hari ini dan selamanya aku akan selalu berada disisimu , takkan pernah menyakitimu, lupakan dy yang kini tengah bersama orang lain”

Lagi-lagi aku tersipu mendengar ucapannya dan mengganguk kaku. Karena tak bisa berkata apa-apa akhirnya aku mencium pipinya dan segera berlari dari hadapannya karena ku yakin mukaku pasti bak kepiting remus yang memerah .

Dan aku menyadari sesuatu , mungkin sebelum kau menemukan cinta sejatimu kau pasti akan menemukan orang yang salah dalam hidupmu, ingatlah Tuhan selalu punya rencana baik untuk dirimu, dan meskipun kini kau dengan mantan kekasihmu takkan lagi bersama ingatlah biar bagaimanapun juga dy pernah menjadi bagian dari dirimu dan putus bukanlah akhir dari silahturahmi hmm.

Its my fiction story from me.

Best regards.
@tiasputrii

Advertisements

About tiasihpertiwi

i just ordinary girl who love God, my family, my best friend. i just ordinary girl who trying to be the best person and make my family and people know me proud of me :)

Comments are closed.

%d bloggers like this: