RSS Feed

Monthly Archives: September 2013

My fiction story

Dentingan suara jarum jam seakan menyadari bahwa hari telah semakin larut. Setelah seharian berkutat dengan tugasku yang membuatku tak bisa tidur aku mencoba keluar dari dalam kamarku namun seperti ada magnit yang menarik perhatianku , aku melangkahkan kakiku kesebuah laci dimana ku simpan buku kenangan kisah kita .
Yah buku kenangan kita sebelum kita berpisah ,kau tahu aku sangat suka menulis .
Saat tak sengaja bertemu denganmu aku mencurahkan apa yang ada dihatiku pada secarik kertas yang kini telah usang .
Saat pertama kita berkenalan hingga saat kita berpisahpun aku selalu mencurahkan apa yang kurasakan pada benda tak bernyawa itu .

Aku terdiam sesaat melihat benda tak bernyawa itu .
Aku menghela napas sebelum kubuka benda itu .
Dengan berat hati aku beranikan diri untuk membuka benda itu ,benda berisi kenangan saat kita bersama .

Halaman pertama kulihat photo kita berdua tengah tersenyum bahagia dengan senyum yang tetpatri dibibir kita berdua .

Hah,lagi-lagi ku hela napas panjang sebelum kubuka lembar sebelumnya .
Bak rol film yang diputar kembali aku merasakan saat itu terjadi lagi .
Kubaca setiap kata tang kutulis waktu itu ,
Taukah dirimu saat pertama kali aku melihatmu entah mengapa ada rasa penasaran yang amat dalam akan dirimu saat itu .
Senyummu membuat semua orang yang melihatnya itu meleleh .
Hah,pesonamu memang tak terkalahkan taukah dirimu bahkan aku seperti orang gila saking penasaran akan dirimu saat itu .
Siapakah dirimu hai pria tampan .

Aku terkikik membaca apa yang aku tulis pada waktu itu hahaha .
Bisa-bisanya aku menulis seperti itu hahaha .
Kubuka lembar berikutnya .
Aku menutup mataku sebentar berusaha mengingat kenangan itu kenangan pertama kali kita berkenalan ….

Pertama kali kita berkenalan ,aku ingat saat itu kita tak sengaja bertemu saat temanku meminta bantuanku untuk mengantarnya ke sebuah toko buku ,kita bertemu disana di toko buku itu .
Temanku yang memang mengenalmu waktu itu menyapamu dan dengan senyuman mautmu itu kau menghampiri kita berdua .
Temanku mengenalkan diriku pada dirimu. Taukah kau apa yang kurasakan saat itu ,aku rasa seperti sesuatu akan meledak dalam hatiku hahahaha seperti anak kecil yang meminta ibunya untuk dibelikan permen mungkin seperti itulah rasanya sangat senang mendapat apa yang kita inginkan .
Hey,dan ternyata kita mempunyai selera musik yang sama .
Betapa antusiasnya dirimu saat mengetahui itu .

Aku tersenyum kecut saat membaca kalimat itu .

Kubuka lembar selanjutnya ,

Lembar itu menampakkan foto kita berdua lagi,foto kita yang tengah berada di salah satu kawasan taman bermain .

You and i

Itulah judul yang kutulis saat itu ,
Saat itu kita memang sangat dekat teramat dekat malah bahkan banyak orang yang mengira kita berdua memiliki hubungan khusus .
Saat itu aku memang sangat berharap akan hal itu terjadi .
Apa kau tahu bagaimana rasanya ketika kau sangat dekat dengan lawan jenismu dan kau memang memiliki  perasaan khusus kepadanya . Apa yang kau inginkan??? Yah pasti kau berharap dy menjadi kekasihmu .

Sampai ketika….
Kubuka lembar selanjutanya kuingan saat itu aku meraskan sesuatu.
Sesuatu itu tak dapat kutahan lagi. perasaan itu ,perasaan dimana aku sudah tak bisa menahannya lebih lama lagi .
Dan seperti letupan gunung api yang meletus….

Dan ketika semuanya terucap….

Aku tak tahan untuk mengingat semua itu , tak terasa air mataku menetes membuat aliran kecil di sekitar kelopak mata ku .

Kubalik lembar berikutnya ,lembar yang sebenarnya sangat berat untuk kutulis.
Lembar terkahir dalam hubungan kita ,hey bahkan aku harus menyadari bahwa kita tak pernah mempunyai suatu hubungan khusus layaknya kekasih hahaha . Miris memang .

Saat semuanya terucap…..

Saat semua yang kurasakan terucap dari bibirku .
Aku harap saat itu kau merasakan perasaan yang sama  dan mengharapkan sesuatu yang kuharapkan juga. namun ketika ku ucapkan bahwa aku menyukaimu oh tidak tidak malah saat itu sepertinya aku mengatakan bahwa aku mencintaimu .
Yah ,cinta perasaan aneh yang sangat sulit untuk dideskripsikan secara harfiah .
Saat itu ekspresimu sangat sulit diartikan kulihat ada ekspresi penyesalan di mimik wajahmu.
Saat ku bertanya “kau kenapa ?? Apa aku salah memiliki perasaan ini ???” Kau hanya menggeleng pelan sambil mengucapkan kata maaf .
Hey, maaf ? Maaf untuk apa ?kukira kita punya perasaan dan harapan yang sama pada waktu itu tak perlu ada kata maaf kan bahkan kukira kita akan saling mengucapkan kata cinta saat itu . Hahaha namun naas bagiku . Kau mengucapkan kata maaf karena beberapa hal . Maaf karena selama ini kau hanya menganggapku sebagai adik kecilmu , maaf karena kau tak mempunyai perasaan cinta seperti yang aku rasakan kepadamu dan maaf karena kau telah mempunyai wanita lain yang kau cintai .

Tak tahukah kau apa yang kurasakan saat itu . Aku malu bahkan rasanya aku ingin melompat dari lantai 3 kampus kita ,oh tapi tidak itu sangat kekanak-kanakan aku masih waras dan tak akan melakukan hal seperti itu .
Aku hanya tersenyum dan mengatakan “hey tak masalah . Kenapa kau harus meminta maaf , harusnya aku yang meminta maaf karena telah menyukai kekasih orang, maaf aku tak tau jika kau sudah…” sebelum ku menyelesaikan ucapanku kau memotongnya dengan mengacak poniku dan memegang tanganku kau bilang bahwa “maaf tak bermaksud untuk membuatmu berharap lebih, selama ini aku hanya menganggapmu sebagai adik kecilku dan akan selalu begitu, untuk kekasihku maaf aku tak pernah memberi tahunya mungkin karena kau tak pernah bertanya dan soal kekasihku dy tau akan dirimu yang memang sudah ku anggap sebagai adikku.maaf  karena ku tak bisa membalas perasaanmu,ketahuilah selalu ada pria baik yang menunggumu diluar sana”

Kutulis semua yang kurasakan pada halaman terakhir buku ini betapa hancurnya hatiku betapa bodohnya diriku saat itu . Namun benar yang kau katakan selamanya aku akan menjadi adik kecilmu dan masalah ucapanmu tentang akan adanya pria baik yang sedang menantiku aku masih menunggunya hingga detik ini .

Kututup benda tak bernyawa itu.
Lalu kutaruh ketempat semula aku meletakkannya .
Kulangkahkan kakiku menjauh dari laci kecil itu dan memutuskan untuk tidur
tak lupa sebelum tidur kuberdoa dan seraya berharap tuhan akan segera mempertemukanku dengan orang yang tepat.

Inspiration from “mv fiction” of beast

Best regards,
@tiasputrii

Advertisements