RSS Feed

Ayah

Ayah …
Putri kecilmu ini rindu padamu ayah,
Putri kecilmu yang tengah beranjak dewasa ini rindu akan hangatnya kasih sayangmu ayahku ,
Ayah,
Dimanapun engkau berada ,
Aku harap kau selalu mendengar lantunan doaku yang selalu menyebut namamu,
Hey, tak taukah kau putrimu ini terkadang menangis mengingat kenangan masa kecil yang indah saat bersamamu,
Tak taukah kau putrimu ini terkadang merasa iri dengan setiap anak perempuan yang sangat dekat dengan ayahnya,
Ayahku ,
mungkin kau tak akan pernah mengerti tentang perasaan ini , tentang aku yang sangat ingin berada dipelukmu ,
Tentang aku yang ingin mengulang semua kejadian itu,
Ayahku, aku rindu saat kau memanggilku dengan sebutan putri kecilmu,
aku rindu saat kau mengendongku dan mengatakan kau sangat menyayangiku ayah,

Ayahku, aku tahu aku bukan manusia yang sempurna ,
terkadang aku berpikir aku tak membutuhkanmu lagi karena ku anggap kau kini telah berubah,
Yah, mungkin kini kau memang telah berubah,
kini kau bertambah tua, kini ku lihat sudah terdapat kerutan di wajahmu ,
ahh , mungkin kau terlalu lelah mencari nafkah untuk keluargamu yah ????
yahh, aku sadar tak hanya mamaku dan adik-adikku saja yang kau nafkahi tapi pasti kau juga menafkahi keluargamu yang ada di luar sana , keluargamu yang tak akan pernah ku temui dan tak akan pernah ingin ku temui,

Ayahku , aku pernah mengatakan pada salah satu atau bahkan puluhan temanku bahwa jika aku mengetahui dari awal kenyataannya mungkin aku tak akan pernah mau menjadi anakmu ,
Yah , aku jujur bahkan dengan bangganya mengatakan itu ,
tanpa aku sadar jika kata-kataku itu akan sangat menyakitimu bila kau mendengarnya,
tapi mau bagaimana lagi , aku hanya manusia biasa yang sering melakukan kesalahan ,

hey, bahkan aku pernah tak menganggapmu ada ,
maafkan anakmu ini ayah ,
aku menyesal,
Sejujurnya aku sangat menyayangimu , tidak-tidak bahkan aku sangat mencintaimu ,
aku mencintaimu dan juga mencintai mama ,
Terkadang aku berpikir ,
kapan kita akan berkumpul kembali lagi,
berkumpul seperti dulu saat aku kecil ,
kita pergi bersenang-senang seperti dulu saling berpegangan tangan layaknya keluarga bahagia,

Ahhh , tapi aku sadar itu mungkin tak akan pernah terjadi lagi .
Hahaha miris memang tapi itiulah kenyataannya .

Hey, taukah kau dulu sewaktu kecil , di saat tangisku , aku selalu memanggil namamu hingga mamaku terkadang merasa kesal denganku terkadang dia berpikir mungkin aku tak menyayanginya karena setiap ku menangis dan terluka aku selalu menggumamkan namamu ,
yah mungkin dia atau bahkan aku juga tak akan pernah mengerti mengapa aku melakukan seperti itu ,
beranjak remaja , saat ku tahu bahwa tak hanya aku dan keluargaku yang menjadi prioritasmu ,
aku mencoba merubah segalanya ,
disaat umurku berusia 13 tahun , aku mencoba untuk melupakanmu bahkan menghapusmu dari pikiranku karena saat itu aku berpikir , mungkin aku dan keluargaku tak penting untuk dirimu .
yah , jujur sja sejak saat itu , aku mulai bersikap angkuh padamu ,
aku mulai menjauh darimu , dan akupun harus kehilangan waktuku bersamamu .
itu karena aku tak bisa menerima kenyataan itu ayahku , tak bisakah kau lebih mengerti sedikit saja ???

Disaat umurku beranjak 16 thn mungkin disaat itu aku sudah melupakan semuanya ayah , aku telah sepenuhnya melupakan kenangan kita , melupakan bahwa aku sangat dekat denganmu dulu .
munafik memang aku tetap yakin bahwa aku membencimu kalau itu ,
aku sangat kesal jika aku tak melihatmu dirumah ,
aku bosan melihat wajahmu yang sangat tak merasa bersalah itu , dan aku sangat benci jika kau terus menyakiti mama ku .
“aku benci kau benci sangat benci enyalah kau dari hadapanku dan dari hadapan keluargaku”
Mungkin kata-kata itu yang selalu aku ucap dalam hati saat aku melihatmu .

tapi kini semua seakan terbalik ,
Saat aku lulus dari Sekolah Menengah Atasku , saat aku mulai mencoba untuk bekerja sambil menjalani kuliahku .
aku sadar , kini kita sudah jarang bertemu ,
bukan , bukan karena kau jarang mengunjungi aku dan keluargaku tapi karena kesibukan kita ayah ,
aku yang selalu pulang kerja lebih dari jam 7 malam , jarang sekali bertemu denganmu yang jika kau berada dirumahku kurang kebih hanya 3 jam saja ,
bagaimana bisa aku bertemu denganmu , melihat wajahmu , ataupun hanya sekedar bertegur sapa .

Kini , aku merindukanmu ayahku ,
aku rindu semua tentangmu ,
aku rindu suaramu , aku rindu tingkahmu ,
bahkan aku rindu belaian tanganmu di pucuk kepalaku .
Aku rindu semua itu .
ayahku, kini mungkin aku harus menjilat ludahku sendiri yang tak ingin melihatmu lagi ,
Karena nyatanya kini aku sangat merindukanmu ,
aku menyesal ayah , bahakn mungkin ucapan maaf ku ini tak akan pernah bisa kau terima ,
jika kau tahu aku pernah melakukan hal bodoh seperti itu .
Hey , bisakah kini kau mengendongku sambil memelukku ,
ataupun masih bisakah kini kau berada disampingu dan menenangkanku disaat ku sedang merasa terpuruk .
Ayahku , maaf karena ku telah banyak berbuat salah kepadamu ,
maaf karena aku baru sadar bahwa apa yang selama ini kupikirkan tentangmu itu salah,
maaf karena sampai saat ini aku masih bermimpi bahwa kita akan seperti dulu lagi .
maaf ayah , maafkan aku yang sampai kapanpun tak akan pernah bisa menerima bahwa tidak hanya aku, mamaku dan adik-adikku yang membutuhkanmu tetapi mereka juga membutuhkanmu .
maaf , karena saat ini , entah kenapa , aku ingin kembali seperti dulu lagi .
maaf , karena sesungguhnya aku tak bisa membencimu .
Maafkan aku .

hah , bahkan aku berpikir jika nanti aku tertidur dan merasakan hangatnya kasih sayangmu serta pelukanmu, aku minta pada tuhan agar jangan bangunkan aku terlalu cepat.

maafkan putrimu ini ayah dan mamaku yang masih belum bisa memberikan apa-apa untuk kalian .
dan sekali lagi maafkan putri kalian yang selalu berharap kalian akan terus bersama dan kembali seperti dulu meskipun itu tak akan pernah mungki terjadi .

regard,
@tiasputrii

Advertisements

About tiasihpertiwi

i just ordinary girl who love God, my family, my best friend. i just ordinary girl who trying to be the best person and make my family and people know me proud of me :)

Comments are closed.

%d bloggers like this: